Rabu, 09 November 2011

puisi bunda

KENANGAN TENTANG BUNDA
Bunda, sepertinya ada baumu
yang tersisa pada kalender,
pada waktu yang semakin cepat
meninggalkan kita,
sudah tiga tahun ini
puisi hanya memberiku jarak,
membuat kedua matamu
jauh dari mataku,
dan memang hanya jarak
yang bisa menyusun kembali
suaramu yang terselip
di daun-daun,
dan memang hanya puisi
yang bisa mengembalikanku
padamu,
bunda, sepertinya ada rindumu
yang membekas di embun pagi,
memanjakan kembali episode-episode
lama, saat aku masih terlalu kecil
untuk memahami seperti apa itu
ditinggalkan, apakah kau sengaja
menyisakan kata-kata pada
secangkir teh yang kuminum,
agar hari-hariku selalu dihinggapi
pedih mengingat kau pergi
begitu saja?
bunda, kau pergi begitu saja
tiga tahun lalu, menimpakan hening
pada air mataku, menyelubungkan duka
pada doa-doaku, membuatku ingin
sekali memutar waktu untuk
memelukmu terakhir kali